Saturday, 14 February 2015

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup


Pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup dipengaruhi oleh faktor dalam(internal) maupun faktor luar (eksternal).

1. Faktor Dalam (Internal)
Faktor dalam (internal) merupakan faktor yang berasal dari dalam tubuh makhluk hidup itu sendiri. Faktor yang termasuk ke dalam faktor dalam (internal) yaitu:

a. Gen (Genetik)
Gen merupakansifat yang tidak tampak dari luar. Gen terbentuk dari sejumlah asam nukleat yang tersusun dalam makromolekul yang disebut DNA. Gen berfungsi sebagai pembawa faktor keturunan, sehingga sifat yang dimiliki oleh induk akan diturunkan kepada keturunannya. Masing-masing jenis (spesies) , bahkan masing-masing individu memiliki gen untuk sifat tertentu seperti: cepat sembuh, berbatang tinggi, berbatang pendek, berbuah lebat, berbuah jarang.

b. Hormon
Hormon merupakan senyawa organik pada manusia dan sebagian hewan. Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin yang merupakan kelenjar buntu. Hormon mempengaruhi reproduksi, metabolisme, serta pertumbuhan dan perkembangan. Hormon pertumbuhan merupakan hormon yang memicu pertumbuhan.

1. Hormon pada tumbuhan
Hormon-hormon yang berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, antara lain sebagai berikut:

a). Auksin
   - Banyak terdapat pada ujung koleoptil
   - Mendorong perpanjangan batang/pucuk
   - Merangsang pertumbuhan akar adventif pada batang/stek batang
   - memacu dominasi tunas apikal (tunas diujung batang)

b). Giberelin
   - memacu pertumbuhan batang
   - merangsang perkecambahan biji dan tunas
   - merangsang pembentukan bunga
   - merangsang perkembangan buah tanpa biji (partenokarpi)

c). Sitokinin
   - memacu pembelahan sel dan pembentukan organ
   - menunda penuaan
   - memacu perkembangan kuncup samping
   - memacu pembesaran sel pada kotiledon dikotil

d). Asam Absisat (ABA)
   - menghambat pertumbuhan (dormansi)
   - memcu pengguguran daun, bunga, dan buah

e). Gas etilen
Gas etilen berfungai untuk mempercepat pematangan buah, merangsang pembungaan, merangsang penuaan dan pengguguran daun serta menghambat pemanjangan batang.

f). Hormon Penghambat Pertumbuhan
Hormon penghambat pertumbuhan merupakan hormon yang berfungsi untuk menghentikan aktifitas pertumbuhan dan perkembangan dan sering dikenal dengan istilah fitohormon. Suatu keadaan dimana tidak terjadi kegiatan (aktifitas) pertumbuhan dan perkembangan disebut dorman.

g). Hormon pembentuk origan tubuh
Hormon pembentuk organ tubuh merupakan hormon yang berfungsi untuk merangsang pembentukan organ tubuh. Pada tumbuhan misalnya hormon rhizokalin berfungsi untuk merangsang pembentukan akar. Kaulokalin, filokalin, dan antokalin merupakan hormon yang membantu pula dalam pembentukan organ.

h). Hormon luka
Hormon luka merupakan hormon yang merangsang terbentuknya jaringan baru dari bagian tepi luka yang kemudian akan menutupinya. Pada tumbuhan misalnya asam traumalin akan membentuk jaringan halus yang akan menutupi luka.

2. Hormon pada manusia
Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin (kelenjar buntu) dan dibawa oleh darah ke organ sasaran sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan termasuk manusia.
a). Kelenjar hipofisis menghasilkan beberapa hormon sebagai berikut
   - somatotrof - mempengaruhi pertumbuhan
   - tirotropin - mempengaruhi kerja kelenjar tiroid
   - prolaktin - mempengaruhi pengeluaran air susu
   - gonadotropin - mempengaruhi kerja kelenjar kelamin
   - ACTH - mempengaruhi kerja kelenjar adrenalin
   - ADH - mempengaruhi pengeluaran urine
   - Oksitosin - mempengaruhi kontraksi otot rahim saat melahirkan
b). Tiroid menghasilkan tiroksin untuk mengatur metabolisme zat dan pertumbuhan.
c). Paratiroid menghasilkan parathormon untuk mengatur kadar kalsium dalam darah.
d). Adrenalin menghasilkan adrenalin untuk mengatur kadar gula darah dengan mengubah glikogen menjadi glukosa
e). Pankreas menghasilkan insulin untuk mengatur kadar gula darah dengan mengubah glukosa menjadi glikogen.
f). Testis menghasilkan testosteron untuk mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pria.
g). Ovarium menghasilkan estrogen dan progresteron untuk mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder wanita

2. Faktor Luar (Eksternal)
Faktor luar (eksternal) merupakan faktor yang berasal dari luar tubuh makhluk hidup itu sendiri. Faktor-faktor yang termasuk kedalam faktor luar (eksternal) yaitu:

a. Makanan (Nutrisi)
Makanan merupakan faktor utama untuk pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Makanan adalah bahan baku yang kemudian akan diproses pada peristiwa metabolisme sehingga menghasilkan energi. Energi sangat diperlukan untuk pertumbuhan.
Pada tumbuhan, makanannya berupa zat dan mineral (unsur hara) yang terkandung didalam tanah. Tumbuhan akan mengalami gangguan pertumbuhan (abnormal) jika kekurangan zat dan mineral (unsur hara). Fungsi nutrisi diantaranya adalah sebagai bahan pembangun tubuh makhluk hidup. Nutrisi bagi sebagian hewan dan manusia dapat berupa protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Protein merupakan bahan pembangun sel-sel tubuh.

b. Suhu
Setiap makhluk hidup memiliki batas toleransi pada suhu. Jika suhu lingkungan terlalu dingin atau trlalu panas, maka makhluk hidup tidak dapat tumbuh dan berkembang sempurna. Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22°C sampai dengan  37°C. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau terhenti. Setiap spesies tumbuhan umumnya memiliki suhu optimum yang berbeda-beda. Pada suhu yang optimum, suatu spesies tumbuhan mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan baik. Suhu udara mempengaruhi semua kegiatan tumbuhan yang berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan (transpirasi) dan pernapasan (respirasi). Tanaman yang memiliki bunga indah di daerah bersuhu dingin (pegunungan) bila ditanam di daerah bersuhu panas maka pertumbuhan  dan perkembangan tanaman tersebut akan terhambat, bahkan tidak berbunga.

c. Cahaya (sinar)
Cahaya sangat dibutuhkan untuk kehidupan, terutama cahaya matahari. Semua makhluk hidup membutuhkan cahaya matahari. Misalnya tumbuhan hijau membutuhkan cahaya matahari untuk mendukung proses fotosintesis. Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar matahari dapat menghambat proses pertumbuhan.

d. Kelembapan
Sampai batas-batas tertentu, tanah dan udara yang lembap berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman. Hal ini karena air yang dapat diserap tanaman lebih banyak dan lebih sedikit air yang diuapkan, sehingga menyebabkan pembentangan sel-sel. Dengan demikian sel-sel tanaman akan lebih cepat mencapai ukuran yang maksimum.

Faktor-faktor lingkungan tersebut diatas yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman bersifat kompleks. Faktor-faktor tersebut tidak bekerja sendiri, tetapi merupakan satu kesatuan yang saling berinteraksi dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Semoga postingan ini dapat berguna.

No comments:

Post a Comment